Ini Baru Beda : “PTS (Penilaian Tengah Semester) yang Tertunda”

Test bagi sebagian besar siswa merupakan hal yang menyeramkan, padahal tidak semenyeram diputuskan seorang kekasih.

Pada hari Senin, 13 Maret 217 SMK NEGERI 1 AMPELGADING mengadakan PTS (Penilaian Tengah Semester) sampai dengan hari Rabu, 27 Maret 217.

Pada awal pelaksanaan PTS sampai dengan hari Sabtu, 18 Maret 217, para siswa mempersiapkannya dengan matang-matang, sebelum masuk jam ujian para siswa membaca buku pelajaran yang akan diujikan.

Hal seperti ini mungkin sudah menjadi budaya di kalangan para pelajar baik sekolah menengah pertama, maupun sekolah menengah kejuruan /atas.

Pelaksanaan PTS di SMK NEGERI 1 AMPELGADING, bebarengan dengan UJIAN SEKOLAH BERBASIS NASIONAL (USBN) yaitu hari Senin, 2 Maret 217 sampai dengan hari Rabu, 29 Maret 217.

Sehingga PTS yang seharusnya tanggal 2 Maret 217 sampai dengan 22 Maret 217 dilaksanakan, diundur menjadi hari Kamis, 3 Maret 217 sampai dengan hari Sabtu, 1 April 217.

Sehingga para siswa diliburkan selama 1, termasuk hari Minggu dan hari libur Nyepi tanggal 28 Maret 217.

Hal ini berdampak positif dan negativ bagi para siswa.

Dampak positif, dirasakan oleh para siswa yang rajin, karena dengan libur 1 hari para siswa yang rajin dapat memperdalam materi/pelajaran yang akan diujikan, sehingga dapat menguasai materi dengan sungguh-sungguh dan dengan mudah menjawab soal-soal pts dengan benar. Nilai yang diraihpun akan memuaskan. Harapannya seperti itu.

Sedangkan dampak negatif, dirasakan oleh para siswa yang malas, karena mereka beranggapan setelah libur 1 hari enaknya jangan dibuat pusing, karena habis libur langsung mengerjakan soal-soal pts.

Pepatah mengatakan “Berakit-rakit ke hulu Berenang-renang ke tepian, Bersakit-sakit dahulu Bersenang-senang kemudian” tetapi pada hal ini “Bersenang-senang dahulu Bersakit-sakit kemudian”.

Itulah walaupun libur tetap ada dampaknya, tidak enakkan?

Kita sebagai siswa/siswi yang baik dapat menentukan pilihan kita, mau menjadi siswa rajin / mau jadi siswa malas. Pilihan ada ditangan kamu, jadi gunakan kesempatan kamu dengan sebaik-baiknya OK.

Kocaknya Jawaban Kelas XII Saat Diabsen

Pelaksanaan USBN (Ujian Sekolah Bestandar Nasional) dan US (Ujian Sekolah) dilaksanakan pada tanggal 2 Maret 217 sampai dengan 3 Maret 217.

Untuk Melancarkan jalannya USBN dan US di SMK N 1 Ampelgading diadakan Absensi siswa kelas XII sebelum masuk ke dalam SMK N 1 Ampelgading.

Absensi USBN dan US tepatnya dilaksanakan di depan kantor BKK SMK Negeri 1 Ampelgading dan yang mengabsen kelas XII adalah dari pewakilan Organisasi yang didalamnya meliputi OSIS( Organisasi Siswa Intra Sekolah), PRAMUKA ( Praja Muda Karana ), PKS (Patroli Keamanan Sekolah).

Proses jalannya absensi terkadang terdapat hal-hal yang mengundang gelak tawa bagi petugas yang mengabsen kelas XII seperti halnya wawancara dari salah satu petugas pengabsenan yang benama Maskuri Widiyanto seperti berikut :

Saya : Bagaimana proses Absensi kelas XII untuk melancarkan jalannya USBN dan US di SMK N 1 Ampelgading,,,,,,?

Maskuri : Proses Absensi menurut saya sangat membantu jalannya USBN dan US di SMK N 1 Ampelgading. Proses absensi dimulai dari kelas XII memasuki SMK N 1 Ampelgading dan menuju ke meja-meja petugas pengabsen dan akan ditanya oleh petugas meliputi Nama, Kelas, No Absennya. Setelah itu baru masuk ke SMK N 1 Ampelgading.

Saya : Bagaimana pengalaman anda dalam mengabsen mereka?

Maskuri : Lancar-lancar saja. Namun ada saja kejadian-kejadian yang bikin geli?

Saya : *#*&##^*! Maksudnya?????

Maskuri : Entah karena suara kami yang kurang jelas atau karena mereka masih nervous dan tegang menghadapi ujian, kadang jawaban dari pertanyaan yang kami lontarkan ngga nyambung.

Saya : Misalnya?

Maskuri : Misalnya kami tanya, kelas berapa mas? ada yang jawab “25”. Ngga nyambung khan? Lalu ada lagi, kami tanya Namanya mas? jawabnya “13”. Hallowww!! Bangun! Bangun! Pening kepala ini coy!

Saya : Wakakakakakak!!

Kesimpulan dari Proses Absensi Untuk Melancarkan Jalannya USBN dan US di SMK N 1 Ampelgading sangatlah membantu agar semua hal-hal yang belangsung di dalamnya dapat berjalan lancar.

” Selendang Gading “

What is it ?

Why the name is “Selendang Gading”??

Apaan sih?

Kenapa namanya “Selendang Gading”??

Kepo-in yuk!!!

Yupp!!

Sebenarnya, nama Selendang Gading adalah karangan saya sendiri, hehee… Selendang Gading adalah Ekskul (Ekstrakurikuler) Tari di SMK N 1 Ampelgading, salah satu sekolah unggulan di Pemalang, Jawa Tengah yang sering melahap kejuaraan akademik maupun non akademik.

Nama “Selendang Gading” terinspirasi dari Selendang yang diambil dari ciri khas penari tradisional yang menggunakan selendang, biasanya disebut dengan sampur. Selain itu, kata Selendang juga terinspirasi dari tarian khas Pemalang, yakni Tari Selendang Pemalang, sedangkan Gading sendiri, yakni ciri khas daerah Ampelgading khususnya sekolah tercinta kita, Ampelgading sendiri terdiri dari 2 kata yakni, Ampel yang artinya Bambu kecil yang berwarna kuning, dan Gading yang artinya kuat.

Mari kita ulas sedikit mengenai Selendang Gading ini …

Selendang Gading dibimbing oleh guru kesenian SMK N 1 Ampelgading sendiri, hebat bukan main toh?

Betul sekali!

Beliau adalah Bu Eko.

Beliau sangat menekuni Ekstra ini, karena bagi beliau selain untuk menghibur orang lain dan diri sendiri, serta membagi ilmunya.

Menari adalah cara mengungkapkan segala perasaan dihati yang tidak bisa diluapkan, lewat gerakan tubuh yang ritmis dan dinamis kita dapat mengobati rasa gundah dihati dan dapat tersenyum kembali. Menari itu indah, indah dipandang dan indah dirasaka.

Meskipun siswa yang tergabung jumlahnya tidak banyak, tapi beliau tetap optimis dalam membimbing kami, sebenarnya anggota kami kurang lebih 1 anak, tapi hanya 7 anak yang aktif belajar.

Yuhuu…!!

Perkenalkan 7 anak ini :

  1. Mustofa kelas XI TB 1
  2. Wiwin Indah Timi Nur Sari kelas XI TB 1
  3. Faizatun Khasanah kelas XI TB 2
  4. Roro Ayu Tungga Dewi kelas XI TB 2
  5. Hesti Kumala Sari kelas X T.ELIND 1
  6. Nadiya kelas X T.AV 2
  7. Dan yang terakhir, Nur Fatikah dari kelas XI T.ELIND 1

Selendang Gading ini aktif di hari selasa, kecuali jika ada acara besar di sekolah dalam tempo dekat, kita berlatih bisa 1 minggu 3 kali, bahkan jika benar-benar mepet waktunya kita berlatih setiap hari.

Latihan diaktifkan setiap selasa sepulang sekolah pukul 14:3 WIB, yak tepatnya di Aula Cita Gading lantai 1.

Kita berlatih terang-terangan di depan ruang Aula, tujuannya adalah untuk melatih mental kita sebagai penari. Kita diajarkan berbagai jenis dan macam tarian dari berbagai daerah, misalnya Tari Selendang Pemalang, Tari Ndolalak, Tari Gambyong Parianom, Tari Robyong, Tari Ngosah (Ngoser), Tari Jazz Disco, Tari Kuda-kuda, dll.

Sebagai pemanasan di awal, bukan lari atau push up dan sebagainya yang kita lakukan, hehehe… Tapi kita memilih Tari Selendang Pemalang yang menjadi tarian awal sebagai pemanasan.

Tahu tidak alasannya?

Alasannya yakni karena kita orang Pemalang. Kita wajib tahu tarian khas Pemalang, masa kita orang Pemalang tapi tidak tahu tarian Pemalang?

Itu mah namanya KUDET, alias Kurang Up to Date, hehehee.

Nah, sebelum kita diajarkan sebuah tarian, biasanya kita diceritakan filosofi dari tarian tersebut. Itu membuktikan, dengan mengikuti ekstra tari kita dapat memperoleh ilmu dan wawasan baru yang belum kita sentuh.

By the way, kita bersama Bu Eko sedang mempersiapkan surprise untuk acara Gelar Karya SMK N 1 Ampelgading. Pengen tahu apa dan bagaimana??? Terus ikuti dan pantau kegiatan kita…

Foto diatas adalah selfie bersama penggemar penari selendang gading pada saat persiapan pentas sosialisasi UNBK kelas XII dan menyambut kedatangan Bapak Bupati Junaedi (Bupati Pemalang pada saat itu), namun ternyata beliau tidak jadi berkunjung karena suatu alasan yang mendesak baginya.

Cukup sampai disitu dulu ya.

Kepo-in lebih banyak lagi yuk!!!

Kunjungi website kami di http://smkn-ampelgading.sch.id

 

Dasar-dasar Jurnalistik dan Filosofinya

 

Disusun oleh ABU KHAERI

“Orang Boleh Pandai Setinggi Langit, Namun Selama Ia Tidak Menulis, Ia akan Hilang di Masyarakat dan Ditelan sejarah
Menulis Adalah Kegiatan Untuk Menciptakan Keabadian”

Dunia kepenulisan adalah dunia yang penuh ritme dan dinamika. Sejarah menulis telah melewati batas abad dan dinasti, telah menjelajahi gurun dan samudera yang maha luas.

Seorang penulis di jaman kuno menceritakan bagaimana ia dengan segenap perjuangannya telah mampu menembus batas-batas tembok tebal istana di kekaisaran Yin maupun menepi di balik kelambu sang permaisuri.

Ya,

“Menulis memang butuh Keberanian dan Pengetahuan”

Penulisan Jurnalisme adalah salah satu hal yang menantang dalam dunia gadget dan kesemrawutan informasi di jagad maya. Sebuah pertarungan yang tak terbatas ini ternyata memberikan efek anomali : KERINDUAN AKAN DUNIA YANG TERBATAS.

Manakah yang lebih menarik? 

Berita tentang Donald Trump atau si Udin anak kelas XI yang gantengnya ngga ketulungan?
Ketika informasi sudah mendunia, orang malah butuh sesuatu yang bersifat LOKAL. Karena itu jrunalisme sekolah tak akan kehilangan pangsa pasar pembaca.

Jurnalisme : Memberikan Informasi

Tugas Media adalah memberikan informasi kepada publik tentang apa yang mereka ingin tahu atau apa yang mereka butuhkan untuk menemukan kebenaran dan menentukan jalan untuk mereka sendiri.

Tujuan Pertama seorang jurnalis adalah Mengabdi pada kebenaran

Loyalitas Pertama seorang jurnalis adalah kepada Masyarakat

Jurnalisme Yang Baik Harus Bisa Membuat sebuah Berita Penting Menjadi menarik dan Relevan
Jurnalisme akan kehilangan arah atau bahkan menpuk ruang kosong jika berita yang disajikan tidak menyentuh sisi emosional atau kepentingan pembaca.

Beberapa kepentingan yang membuat seseorang tertarik membaca berita :

  • Pengen Tahu
  • Apa Untungnya Buatku
  • Apa Ruginya Buatku
  • Sentimen, Baik itu sentimen politis, sentimen ekonomi atau lainnya
  • Dan lain sebagainya

Jurnalisme Harus Profesional dan Proporsional

Ini mungkin tidak ada sangkut pautnya dengan Jurnalisme sekolah namun proporsionalitas sebuah berita walaupun hanya dalam lingkup sekolah sangat penting.

Proporsional artinya tetap mengedepankan pemberitaan yang berimbang dari berbagai pihak yang berkepentingan dengan berita tersebut.

MENULIS BERITA ITU GAMPANG!!

Ah Masa sih?

Serius?

IYA, Secara TEORI Hanya Butuh :

5 W + 1 H
WHAT = Apa?
WHO = Siapa?
WHERE = Dimana?
WHEN = Kapan?
WHY = Mengapa?
HOW = Bagaimana?

Jika 6 elemen penting tersebut sudah kita ketahui maka mudah saja menulis berita tersebut.

Bagaimana Cara mendapatkan 5 W + 1 H itu :

  • Pengamatan
  • Cerita orang
  • Wawancara

Tapi Ingat!!

Definisi Berita :

  • Berita itu Timur, Barat, Selatan, Utara
  • Berita itu Baru
  • Berita itu di luar kebiasaan. Jika Anjing menggigit Arman, itu bukan berita maka Arman menggigit Anjing, Nah! Itu baru berita

Unsur-Unsur Berita Yang Patut Diperhatikan

  • LENGKAP : Terpenuhinya Unsur 5 W + 1 H.
  • BERIMBANG : Memuat Berita dengan konfirmasi
  • FAKTUAL : Bukan berita bohong apalagi Hoax. Jauhi Opini
  • AKURAT : Tidak mengada-ada. Data dan fakta Akurat
  • RINGKAS : Gunakan Kalimat yang singkat, padat dan jelas
  • HANGAT : Bukan berita basi
  • BIJAKSANA : Pilih berita berdasarkan pembaca, jangan menyinggungng-nyinggung ke arah pronografi, SARA, apalagi mendukung kaum teroris, hehehe.

Beberapa HAL yang musti dipertimbangkan dalam Memilih Berita

  • Timelines : Pilih berita yang paling uptodate
  • Impact : Pengaruhnya terhadap pembaca
  • Prominence : Kekokohan nara sumber dan objek pemberitaan
  • Proximity : Kedekatan jarak dengan pembaca. Baik secara Teritorial maupun perasaan.
  • Bizarreness : Unik
  • Eksklusif
  • Human Interest
  • Life Style
  • Tragedy
  • Sex
  • Konflik

MARI MENULIS BERITA!!

Struktur Paragraf dalam sebuah Berita

  • JUDUL :  Judul Harus Dapat menjelaskan secara utuh berita dan juga mampu menarik minat pembaca
  • Lead :  Memuat hampir semua unsur 5 W + 1 H yang ditulis secara ringkas dan padat
  • Penjelasan : Penjelasan tentang Fakta apa yang paling penting dan menarik minat pembaca. Penulis harus mempunyai banyak bahan untuk jawaban dari pertanyaan 5W + 1H tersebut, sehingga perincian tersebut bisa dijabarkan di paragraf ini. Di bagian ini bisa disertakan kutipan, omongan nara sumber yang bisa menguatkan sebuah informasi
  • Informasi Tambahan : Penjelasan tambahan agar membuat paragraf tidak terlalu panjang. Sebab paragraf yang panjang biasanya akan membosankan pembaca.

Redaktur Berita SMKN 1 Ampelgading